Masalah Teknologi & Bakat: Hambatan Jangka Panjang karena Kurangnya Inovasi dan Kurangnya Bakat
Kapasitas inovasi teknologi yang lemah: Investasi R&D yang tidak cukup membatasi penguasaan teknologi berkelanjutan, sehingga meningkatkan daya saing proyek-proyek kelas atas.
Kurangnya talenta profesional: Insinyur perkuatan majemuk yang mahir dalam desain struktur dan konstruksi sangatlah langka, dan keahlian tersebut memerlukan akumulasi bertahun-tahun. Pekerja teknis garis depan memiliki tingkat keterampilan yang tidak merata; pelatihan yang tidak memadai menyebabkan kesalahan operasional yang menurunkan kualitas konstruksi.
Pelatihan teknis yang tertinggal: Kode, material, dan proses konstruksi baru berkembang pesat. Perusahaan yang gagal memberikan pelatihan tepat waktu akan membuat kru bergantung pada praktik yang sudah ketinggalan zaman, sehingga menghasilkan proyek yang tidak sesuai dengan standar saat ini.